1 Tahun yang lalu,
kita adalah orang asing yang tidak mengenal satu sama lain.
kita yang tidak pernah tau dengan siapa kita akan bertemu, dengan banyak-nya orang yang datang dan satu per satu mereka pergi dari kehidupan kita. kita mengamati orang yang benar benar datang, tak lama ia pergi. adapun sosok orang yang datang, lalu ia tetap menetap hingga sekarang.
siapa itu?
ia adalah sosok yang selama ini aku nantikan. ia yang apa ada-nya, yang selalu berusaha dalam keadaan apapun, dan yang selalu membuatku terpukau dari berbagai sisi kepribadiannya. ia yang mengajarkanku sesuatu yang baru, yang belum aku dengar dan lihat sebelumnya. ia yang tidak memandang segala kekuranganku, dan yang tetap memilihku untuk "berperan" didalam kehidupannya dari setahun yang lalu.
padahal ketika itu, kita belum bertemu sama sekali. entah mengapa, ia percaya untuk memberiku kesempatan dan ingin aku masuk ke dalam kehidupan-nya.
ya, jawabanmu tepat. ia adalah Ahmad Maridjan Ghifari. yang membuatku terpukau hanya dengan waktu 2 bulan a.k.a 30 hari.
dalam hubungan yang kita jalani, aku belajar banyak hal. untuk selalu memastikan perihal komunikasi, kepercayaan, love language, ketulusan, dan masih banyak lagi. apalagi, banyak tantangan yang memang sering dirasakan oleh pasangan Love Distance Relationship, dan kita adalah salah satu-nya.
aku memahami banyak kepribadian-nya yang harus aku terima, aku maklumi, dan mungkin harus aku ingatkan lagi ketika ia memang butuh untuk diingatkan.
kau tau? ia yang membuatku kuat, dan percaya dengan hubungan yang kita jalani. ia memusnahkan kata "sulit" untuk sosok diriku yang selalu berpikir ketika sesuatu yang sulit itu proses-nya akan lama dan tidak tahu kapan akan berlangsung.
mungkin yang aku tulis disini adalah sosok Ahmad Maridjan Ghifari yang berada dalam sudut pandang-ku. aku tidak tahu, bagaimana sosok diriku dalam sudut pandang-nya. tapi kali ini, aku yakin dan percaya bahwa sosok Ahmad Maridjan Ghifari yang aku kenal adalah ia yang selalu menjaga komunikasi, yang menjaga kepercayaan orang yang ia sayangi, yang selalu bekerja keras, yang selalu minum vitamin tiap hari, dan yang selalu mengatakan "pagiii sayangkuu" setiap pagi.
terkadang aku-lah yang selalu berpikir, aku tidak pernah melakukan apapun ketika kita sedang ditantang oleh jarak. aku yang ingin mencari kesempatan untuk bertemu, meskipun waktu dan jarak menentangnya. tapi dengan-nya aku selalu yakin, pertemuan yang kita nantikan akan selalu menjadi waktu yang berharga ketika bertemu nanti.
bayangkan ketika pengaruh jarak beberapa bulan, dan kita hanya mempunyai waktu tidak lebih dari 1 minggu untuk bertemu, berkomunikasi, dan menikmati fajar tiba hingga senja menelan waktu kita berdua. kita yang memang berada dalam fase; sama sama memiliki kesibukan satu sama lain, ditambah lagi kita yang sekarang memang berada di pulau yang berbeda.
mungkin kali ini adalah self-reward untuk kita berdua yang masih belum bisa bertemu di tanggal yang kita pilih untuk menjalankan peran masing masing dalam kehidupan kita.
terima kasih untuk kita yang masih bertahan, kita yang masih memahami satu sama lain, kita yang tak pernah bosan, kita yang selalu berkomunikasi setiap hari, kita yang selalu percaya satu sama lain, kita yang selalu membutuhkan peran satu sama lain, kita yang ingin tumbuh bersama, kita yang masih menikmati rindu dan kita yang selalu mendukung satu sama lain.
aku bangga, kamu juga mungkin merasa begitu. jujur, kau adalah orang yang aku percayakan kehidupanku, yang tau kepribadianku, yang tau akan kekuranganku, yang mempunyai kesabaran dalam menjalani apapun, orang yang selalu ingin melibatkanku dalam setiap kegiatan-nya.
terima kasih untuk kita, aku dan kau. kita yang sampai sekarang masih ingin menjalani ini berdua, dan mungkin sampai waktu yang tidak ditentukan. dan karena kau, aku juga tenggelam.
pesanku tidak singkat dan juga terlalu panjang, aku akan terus mendoakanmu dari lubuk hati yang terdalam untuk tetap di-sisiku sampai nanti, sampai kapanpun.
aku sudah terlanjur untuk membuat kau terjebak, dan kau juga memiliki tanggung jawab akan itu.
dan sekali lagi, terimakasih untuk kita, aku dan kau.